In-House Training “AI for Educator” bagi Guru-Guru SD Kifayatu Azhar Rancaekek

Rancaekek, Kabupaten Bandung β€” Totolab (Teaching The Future) kembali dipercaya mengisi pelatihan pengembangan kompetensi guru, kali ini melalui In-House Training bertajuk “AI for Educator: Panduan Praktis Menyusun Bank Soal” yang diselenggarakan atas undangan SD Kifayatu Azhar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di SD Kifayatu Azhar, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Pelatihan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh para guru dari sekolah tersebut.

Mengusung subjudul “Mengubah Guru dari Pengguna Pasif Menjadi Mitra Iteratif AI”, pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali guru dengan keterampilan praktis memanfaatkan AI dalam menyusun bank soal, tanpa mengorbankan kualitas pedagogis dan kendali penuh guru atas hasil akhirnya. Bertindak sebagai fasilitator adalah Dr. Tepi Mulyaniapi, S.Sos., M.Pd., Trainer sekaligus Founder Totolab.

Sesi dibuka dengan membahas evolusi peran guru di era kecerdasan buatan, memetakan tiga level guru dalam berinteraksi dengan AI β€” mulai dari Pengguna Pasif, Mitra Iteratif (target pelatihan ini), hingga Sang Orkestrator. Peserta juga diajak memahami potensi dan risiko penggunaan AI dalam pembelajaran, dengan penekanan bahwa kendali mutlak tetap berada di tangan guru β€” teknologi hanya memfasilitasi, bukan memutuskan.

Materi kemudian masuk ke pemahaman cara kerja Large Language Model (LLM) dan fenomena halusinasi AI β€” mengapa AI dapat “mengarang bebas” karena pada dasarnya bekerja sebagai mesin prediksi teks, bukan perpustakaan fakta. Peserta diperkenalkan pula pada matriks navigasi alat bantu AI seperti ChatGPT, Claude, dan Perplexity beserta kekuatan utama masing-masing, sehingga guru dapat memilih alat yang tepat sesuai kebutuhan.

Inti pelatihan berfokus pada framework CRISPE (Capacity & Role, Request/Task, Input Data, Style, Purpose, Expectation) sebagai kerangka menyusun instruksi/prompt yang kontekstual, dilengkapi studi kasus nyata penyusunan soal IPA Kelas 5 SD. Peserta kemudian dipandu melalui Jalur Perakitan Bank Soal 7 Langkah β€” mulai dari persiapan, pemetaan referensi, desain prompt, generasi draf, iterasi, quality assurance, hingga penyempurnaan β€” serta pentingnya “seni beriterasi”: tidak berhenti pada draf pertama karena AI adalah mitra iteratif, bukan produk akhir.

Sebagai penutup, peserta diajak melakukan quality assurance berlapis (akurasi & integritas, serta kualitas pedagogi) sebelum soal dinyatakan siap pakai, dilanjutkan sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Setiap peserta menutup pelatihan dengan misi praktik langsung: menyusun 1 set bank soal (10–20 butir) menggunakan blueprint yang telah dipelajari, sebagai bukti penerapan langsung dari materi hari itu.

Pelatihan berlangsung sangat interaktif, dengan para guru aktif mempraktikkan penyusunan prompt dan berdiskusi seputar tantangan penerapan AI di kelas masing-masing. Melalui kolaborasi ini, Totolab berharap dapat terus mendukung sekolah-sekolah mitra dalam meningkatkan kapasitas guru menghadapi era digital, sejalan dengan misi Totolab sebagai “Teaching The Future”.


Totolab merupakan lembaga edukasi yang bergerak di bidang pelatihan teknologi, komunikasi, dan pengembangan diri untuk anak, remaja, hingga profesional. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program in-house training, kunjungi totolab.id atau hubungi WhatsApp +62 812-2198-7050.

A
Andy Agustian
Penulis Β· Totolab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top