Mendidik Generasi
yang Menciptakan,
Bukan Sekadar
Mengonsumsi
Sejak 2018, Totolab hadir dengan satu keyakinan sederhana: setiap anak berhak menjadi pencipta di era digital — bukan sekadar pengguna. Kami membangun kurikulum, komunitas, dan instruktur terbaik untuk mewujudkan itu.
Bermula dari Kegelisahan
Seorang Pendidik
Totolab lahir dari keresahan tiga pendidik yang melihat hal yang sama: anak-anak Indonesia semakin mahir menggunakan teknologi, tapi tidak pernah diajarkan cara membuatnya. Mereka jago main game, tapi tidak tahu bagaimana game itu bekerja. Mereka aktif di media sosial, tapi tidak mengerti kode di balik layar.
Gelar, Tepi, dan Andy — tiga pendiri Totolab — bergabung untuk menjawab keresahan itu. Dengan latar belakang di kurikulum, kepemimpinan digital, dan computer science, mereka merancang metode belajar yang berbeda: bukan teori, tapi langsung bikin.
Sejak kelas pertama di Bandung pada 2018, Totolab telah tumbuh menjadi lembaga yang dipercaya ratusan orang tua, belasan sekolah, dan diliput media nasional seperti CNN Indonesia. Tapi misi kami tetap sama: memastikan setiap anak pulang dengan karya — bukan sekadar catatan.
Apa yang Kami Percaya
"Kami percaya setiap anak berhak menjadi pencipta — bukan sekadar konsumen teknologi. Tugas kami adalah membuka pintu itu selebar mungkin, untuk semua."
Belajar dengan membuat
Setiap sesi menghasilkan karya nyata. Kami tidak percaya pada belajar teori tanpa praktik. Anak baru benar-benar paham ketika ia sudah bikin sendiri.
Menyesuaikan, bukan memaksa
Setiap anak punya ritme belajar berbeda. Kurikulum kami fleksibel — menyesuaikan level, usia, dan minat — bukan sebaliknya.
Relevan dengan masa depan
Kurikulum kami diperbarui mengikuti kebutuhan industri nyata. Bukan belajar teknologi usang — tapi skill yang dibutuhkan sekarang dan 10 tahun ke depan.
Orang-orang di Balik Totolab
Totolab didirikan oleh tiga akademisi dan praktisi yang menggabungkan keahlian kurikulum, kepemimpinan digital, dan ilmu komputer.
Pakar desain kurikulum dengan gelar Master dari luar negeri. Gelar merancang kerangka pembelajaran Totolab yang memastikan setiap sesi bermakna dan terukur hasilnya — bukan hanya mengikuti tren teknologi.
Doktor di bidang pendidikan dengan spesialisasi kepemimpinan digital. Dr. Tepi memimpin strategi kemitraan Totolab dengan institusi pendidikan dan memastikan visi "Teaching the Future" terwujud secara sistemik.
Software engineer dan entrepreneur dengan pengalaman membangun produk digital dari nol. Andy bertanggung jawab atas pengembangan program teknis Totolab dan memastikan kurikulum coding selalu relevan dengan industri.
Tim Instruktur
Praktisi aktif di bidangnya — bukan sekadar pengajar biasa.
Totolab di mata media
Kisah kami dan alumni tidak luput dari perhatian media nasional.
Dipercaya Sekolah & Instansi
Lebih dari 10 institusi telah mempercayakan program ekskul, in-house training, dan workshop kepada Totolab.
Visi & Misi Totolab
Setiap keputusan yang kami buat berpijak pada landasan ini.
Menjadi ekosistem pembelajaran modern yang melahirkan generasi pencipta.
Kami membayangkan Indonesia di mana setiap anak — tanpa memandang latar belakang — memiliki akses ke pendidikan berkualitas yang relevan, bermakna, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang sesungguhnya.
Kami hadir untuk mewujudkan visi itu, satu siswa dalam satu waktu.
- 1Menyelenggarakan program belajar berbasis proyek yang menghasilkan karya nyata setiap sesi
- 2Membangun ekosistem belajar yang inklusif, menyenangkan, dan disesuaikan dengan keunikan setiap anak
- 3Bermitra dengan sekolah dan institusi untuk mempercepat transformasi digital pendidikan Indonesia
- 4Melahirkan generasi yang siap bersaing di panggung global dengan skill abad ke-21
- 5Menjaga standar pengajaran tertinggi melalui instruktur praktisi yang terus berkembang
Siap Menjadi Bagian
dari Totolab?
Bergabunglah dengan 500+ alumni yang sudah membuktikan bahwa belajar digital skill bisa mengubah masa depan. Coba satu sesi gratis — tidak ada risiko, tidak ada komitmen.